PENGEMBANGAN EVALUASI KURIKULUM

INTISARI DARI MAKALAH KELOMPOK VI 
PENGEMBANGAN EVALUASI KURIKULUM
Pengertian Evaluasi Kurikulum
Menurut S. H Hamid Hasan (2008:32), evaluasi kurikulum dan evaluasi pendidikan memiliki karakteristik yang tak terpisahkan. Karakter itu adalah lahirnya berbagai defenisi untuk suatu istilah teknis yang sama. Pengertian evaluasi menurut gronlund: suatu proses yang sistematis dari pengumpulan, analisis dan interprestasi informasi/ data untuk mendapatkan sejauh mana siswa telah mencapai tujuan pembelajaran. 
Hopkins dan Antes, evaluasi adalah pemeriksaan secara terus-menerus untuk mendapatkan informasi yang meliputi siswa, guru, program pendidikan dan proses belajar mengajar untuk mengetahui tingkat perubahan siswa dan ketepatan keputusan tentang gambaran siswa dan efektivitas program. 
Menurut Tyler (1949), evaluasi berfokus kepada upaya untuk menentukan tingkat perubahan yang terjadi pada hasil belajar. Hasil belajar tersebut biasanya diukur dengan tes. Tujuan evaluasi menurut tyler untuk menentukan tingkat perubahan yang tejadi baik secara statistik maupun secara edukatif. 
Menurut Mamison, evaluasi adalah perbuatan pertimbangan berdasarkan seperangkat kriteria yang disepakati dan dapat dipertanggungjawabkan. 
Dalam hal ini ada 3 faktor utama, yaitu: 
• Pertimbangan
• Deskripsi objek penilaian
• Kriteria yang dapat dipertanggungjawabkan
Pertimbangan (Judgment) adalah: pangkal dalam membuat suatu keputusan artinya, menentukan derajat tertentu yang berkenan dengan hasil evaluasi itu. Pertimbangan membutuhkan informasi dengan hasil evaluasi itu. Pertimbangan membutuhkan informasi yang akurat dan relevan serta dapat dipercaya. 
Deskripsi Objek Penilaian
Tujuan Evaluasi
Terdapat dua pendekatan yang digunakan dalam evaluasi sumatif, yaitu tertutup dan sistem penerobosan. Pada evaluasi sistem tertutup, evaluasi berasal dari sekolah atau sistem sekolah. Program yang dikembangkan bergantung pada prosedur yang ditentukan untuk seluruh wilayah sekolah dan kemungkinan merefleksikan meta-orientasi tertentu. 
Pendekatan evaluasi menurut Tyler (1949) dalam buku pengembangan kurikulum berbasis kompetisi di perguruan tinggi agama islam, menyerupai tipe evaluasi sumatif. Dia menyatakan bahwa penting kiranya untuk lebih inklusif dalam memeriksa apakah rencana pengalaman belajar secara nyata berfungsi untuk memandu guru menghasilkan jenis hasil yang diharapkan. 
Beberapa Fungsi Evaluasi:
1) Evaluasi merupakan alat yang penting sebagai umpan baik bagi siswa melalui evaluasi siswa akan dapat informasi tentang efektivitas pembelajaran yang dilakukannya.
2) Evaluasi merupakan alat yang penting untuk mengetahui bagaimana ketercapaian siswa dalam menguasai tujuan yang telah ditentukan
3) Evaluasi memberikan informasi untuk mengembangkan program kurikulum
4) Informasi dari hasil evaluasi dapat digunakan oleh siswa secara individual dalam mengambil keputusan, khususnya untuk menentukan masa depan sehubungan dengan pemilihan bidang pekerjaan serta pengembangan karier. 
5) Evaluasi berguna untuk para pengembang kurikulum khususnya dalam menentukan kejelasan tujuan khusus yang ingin dicapai
6) Evaluasi berfungsi sebagai impian baik untuk semua pihak yang berkepentingan dengan pendidikan di sekolah
menurut R Ibrahim dan Masitoh, Indikator Kinerja Yang Dievaluasi:
1. Efektivitas: sejauhmana program kurikulum yang sudah dirancang dapat berjalan dengan optimal
2. Relevansi: berhubungan dengan kesesuaian, apakah program kurikulum yang dirancang memiliki kesesuaian terutama dilihat dari kebutuhan siswa, masyarakat, bangsa dan negara
3. Efisiensi: sejauhmana program kurikulum yang telah dirancang dan dipersiapkan itu selain telah berjalan sesuai dengan rencana (waktu), juga sebanding dengan biaya yang dibutuhkan.
4. Kaian: apakah kurikulum yang dilaksanakan itu masih dipandang memiliki kelaikan yang dapat dipertahankan terutama dilihat dengan tuntutan peserta didik. 
Tujuan Evaluasi Kurikulum Secara Umum: 
1. Untuk perbaikan, data yang dikumpulkan dari berbagai instrumen penilaian yang didasarkan pada indikator yang telah ditetapkan
2. Akuntabilitas/ pertanggungjawaban yang meliputi tujuan dari evaluasi kurikulum adalah untuk memberikan laporan secara transparan dan akuntabel
3. Penentuan tindak lanjut merupakan langkah untuk melakukan tindak lanjut
Model Evaluasi Kurikulum: 
1. Measurement: berupa pengukuran untuk mempoleh data yang akurat pengukuran atau alternatif yang paling tepat
2. Congruence: upaya mencari kesesuaian antara tujuan program pendidikan dengan hasil belajar yang di peroleh peserta didik.
3. Illumination: didasarkan pada upaya mencari data terhadap pelaksanaan program
4. Model CIP: mengarah pada seluruh aspek yang terlibat dalam program pendidikan, mulai dari karakterisrik peserta didik, lingkungan, tujuan, isi, peralatan, sarana dan prasarana yang digunakan. 

DAFTAR PUSTAKA
P. P. D. A. M. Arief Furchan, Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetisi Di Perguruan Tinggi Agama Islam, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2005.
W. Sanjaya, Kurikulum Dan Pembelajaran, Kencana, 2018. 
M. Dr.E.Mulyasa, Implementasi Kurikulum 2004, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005. 
M. Dr. Rusman, Manajemen Kurikulum, Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2009. M. Dr. Hulman Sihombing, Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Kristen, Tarutung, 
2018. 
M. I. A. Rambe, "Study Room Online," Berbagai Pembahasan Materi Mata Kuliah Pendidikan