STRATEGI PENGEMBANGAN KURIKULUM DI SEKOLAH
INTISARI DARI MAKALAH KELOMPOK V
STRATEGI PENGEMBANGAN KURIKULUM DI SEKOLAH
Pengertian Strategi Pengembangan Kurikulum:
Merupakan perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didasari untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kata kurikulum adalah suatu istilah dari bahasa asing yaitu: curiculum yang berasal dari kata curic (pelari) dan curere (tempat berpacu).
Pada saat itu, kurikulum diartikan sebagai jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari mulai dari start sampai ke finish untuk memperoleh medali/ penghargaan. Kemudian pengertian tersebut diterapkan dalam dunia pendidikan menjadi sejumlah mata pelajaran (subjek) yang harus ditempuh oleh seorang siswa dari awal sampai akhir program pelajaran untuk memperoleh penghargaan dalam bentuk ijazah.
Kurikulum berfungsi sebagai pedoman atau acuan bagi guru, kurikulum itu (Said Hamid Hasan) mengemukakan bahwa istilah kurikulum memiliki 4 dimensi pengertian, dimana satu dimensi dengan dimensi yang lainnya saling berhubungan.
Ke-4 Dimensi Kurikulum Tersebut Adalah:
1. Kurikulum sebagai suatu ide atau gagasan
2. Kurikulum sebagai suatu rencana tertulis yang sebenarnya merupakan perwujudan dari kurikulum sebagai suatu ide.
3. Kurikulum sebagai suatu kegiatan yang sering disebut dengan istilah kurikulum sebagai suatu realita atau implementasi kurikulum secara teoritis
4. Kurikulum sebagai suatu hasil yang merupakan konsekuensi dari kurikulum sebagai suatu kegiatan.
Fungsi Dan Landasan Dari Kurikulum PAK
A. Fungsi Kurikulum
a. Fungsi Kurikulum Bagi Guru: Guru sebagai fasilitator pelaksana atau implementator suatu kurikulum, guru merupakan pendidik profesional yang telah merelakan dirinya untuk memikul sebagian tanggungjawab pendidikan yang ada di pundak orangtua.
b. Fungsi Kurikulum Bagi Siswa: Anak dapat mengetahui apa yang mereka lakukan dan apa yang mereka miliki untuk melihat hari esok. Siswa juga dapat mengukur potensi dirinya untuk mengandalkan pilihan terhadap pengetahuan, pengalaman belajar serta aktivitas yang bersesuaian jika ia ingin berhasil dalam proses pendidikan.
c. Fungsi Kurikulum Bagi Kepala Sekolah: Kepala sekolah sebagai administrator dan supervisor, juga bertanggungjawab dalam melaksanakan kurikulum.
d. Fungsi Kurikulum Bagi Orangtua: Untuk adanya partisipasi dari orangtua dalam membantu usaha sekolah untuk memajukan putra-putrinya. Bantuan berupa konsultasi langsung dengan sekolah, guru mengenai masalah yang menyangkut anak-anak mereka.
B. Landasan Pengembangan Kurikulum
Landasan pengembangan kurikulum mimiliki peranan yang sangat penting, karena apabila tidak memiliki dasar pijakan yang kuat, maka kurikulum tersebut akan mudah terombang-ambingkan dan yang akan dipertaruhkan adalah manusia (peserta didik) yang dihasilkan oleh pendidikan itu sendiri.
Landasan Pokok Pengembangan Kurikulum Ada 4:
1. Landasan Filosofis: tentang hakekat realitas, hakekat manusia, pengetahuan, nilai dan manusia yang menjadi titik tolak dalam mengembangkan kurikulum.
2. Landasan Psikologis: yaitu asumsi yang bersumber dari psikologi yang dijadikan sebagai titik tolak dalam mengembangkan kurikulum.
3. Landasan Teknologi: bersumber dari sosiologi dan antropologis yang dijadikan titik tolak dalam mengembangkan kurikulum.
4. Landasan Ilmiah: asumsi yang bersumber dari hasil-hasil riset atau penelitian dari aplikasi ilmu pengetahuan yang ilmiah dan teknologi baik bersifat hardware maupun sofware sehingga pendidikan yang dilaksanakan dapat menyesuaikan diri dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Landasan Kurikulum PAK:
1. Landasan Biblika: PAK adalah pengajaran dan pembelajaran tentang agama kristen, muatan isi yang disampaikan oleh setiap pendidik PAK merupakan materi ajar yang berhubungan dengan sumber utama pengajaran PAK adalah alkitab.
2. Landasan Teologis: PAK selalu berintegrasi dengan teologi, dan PAK selalu bertoleransi dengan teologi. Landasan teologi terhadap kurikulum PAK ini merupakan asas penting yang memengaruhi pemikiran setiap pendidik PAK dalam menyampaikan materi ajar masing-masing.
3. Landasan Sejarah Gereja: merupakan asas yang menolong setiap pendidik PAK untuk memiliki potensi dalam mengidentifikasi prinsip, tujuan dan nilai utama pendidikan kristen yang kekal dan tidak berubah.
4. Landasan Edukati: merupakan landasan kurikuler yang mengarah pada proses pembelajaran secara menyeluruh.
Langkah-Langkah Dalam Pengembangan Kurikulum Di Sekolah
1. Selidiki berbagai kebutuhan sekolah, antara lain kebutuhan siswa, guru dan kebutuhan akan perubahan dan perbaikan
2. Mengidentifikasi masalah serta merumuskannya yang timbul berdasarkan studi tentang berbagai kebutuhan lalu memilih salah satu yang dianggap paling mendesak disitasi.
3. Memajukan sarana perbaikan yang dapat didiskusikan bersama apakah sesuai dengan tuntutan kurikulum yang berlaku.
4. Menyiapkan desain perencanaan yang mencakup tujuan, cara mengevaluasi, menentukan bahan pelajaran, metode penyampaian, percobaan, penilaian, perbaikan, pelaksanaan dan seterusnya.
5. Memilih anggota panitiaa sesuai dengan kompetensi masing-masing
6. Mengevaluasi pekerjaan panitia, biasanya oleh kepala sekolah
7. Melaksanakan hasil kerja panitia, biasanya oleh kepala sekolah, guru kelas, karena pekerjaann ini tidak mudah, kepala sekolah hendaknya senantiasa menunjukkan penghargaanya terhadap pekerjaanya semua pihak yang terlibat dalam usaha pengembangan kurikulum
8. Menerapkan cara-cara evaluasi, apakah yang direncanakan itu dapat direalisasikan karena apa yang indah diatas kertas belum tentu dapat diwujudkan
9. Memantapkan perbaikan, tila ternyata usaha itu berhasil baik dan dijadikan pedoman selanjutnya.
Peranan Guru Dalam Mengembangkan Kurikulum
Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) telah mengembangkan panduan penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang didalamnya terdapat model-model kurikulum satuan pendidikan. Mengaju kepada UU No 20 Tahun 2003 tentang Sidiknas, Peraturan Pemerintah (PP) No 19 Tahun 2005 tentang SNP, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Pemerdiknas) No 22 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan.
Berdasarkan dengan Standard Nasional Pendidikan, pemerintah telah menetapkan delapan aspek pendidikan yang harus distandarkan, yang pada saat ini telah dirampungkan dua standar dan siap dilaksanakan dalam pembelajaran di sekolah.
Perlu kita ketahui bahwa gambaran umum tentang mutu PAK sekolah sebelum memenuhi harapan dalam peningkatan kualitas PAK disekolah yang menjadi agama sebagai bentang moral bangsa. Kondisi ini dipengaruhi oleh kondisi sumber daya guru, pelaksanaan PAK, kegiatan evaluasi dan pengujian tentang PAK disekolah.
Pengembangan kurikulum PAK dalam sekolah harus dilaksanakan secara berkesinambungan sesuai dengan perkembangan zaman yang pesat dan sesuai dengan kebutuhan mendidik baik dalam pendidikan formal, non-formal dan informal.
Kurikulum memiliki dua sisi yang sama pentingnya yakni kurikulum sebagai implementasi, sebagai sebuah dokumen dan kurikulum dan kurikulum sebagai implementasi. Sebagai sebuah dokumen kurikulum berfungsi sebagai pedoman bagi guru dan kurikulum sebagai implementasi adalah realisasi dari pedoman tersebut dalam bentuk kegiatan pembelajaran.
Dalam perencanaan penyusunan dan pengembangan kurikulum PAK disekolah tidaklah jauh berbeda dengan kurikulum-kurikulum mata pelajaran lainnya. Terkhusus bedanya terlihat dari landasan-landasan kurikulum dan komponen-komponen pembentuknya, bahwa kurikulum PAK difokuskan pada pengajaran agama kristen yang membimbing iman setiap peserta didik memahami identitas dirinya sebagai seorang kristen, dan menjalani kehidupan sebagaimana ajaran kristen itu membimbing hidupnya.
Tugas pokok dalam pelaksanaan kurikulum PAK di sekolah adalah memanusiakan peserta didik menjadi seorang pribadi yang manusiawi dan sesuai dengan ajaran Alkitab. Itulah sebabnya peningkatan kualitas implementasi kurikulum PAK sebagai upaya pengembangan moral bagi setiap pelajar yang sedang duduk dalam pendidikan pada masa kini dan masa yang akan datang. Sehingga betul-betul dapat terlihat adanya peningkatan kualitas implementasi kurikulum PAK.
DAFTAR PUSTAKA
Hamalik, Oemar. Kurikulum Dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara, 2003.
Arifin, Z. (2013). Konsep dan Model Pengembangan Kurikulum. Remaja Rosdakarya.
Hamalik, Oemar. (2012). Manajemen Pengembangan Kurikul. Remaja Rosdakarya